Mengenang Rahman Tolleng pada Acara Refleksi Awal Tahun 2024

Ragam675 views

REPUBLIKAN, Bandung – Refleksi awal tahun 2024 yang diselenggarakan Forum Tegak Lurus dengan tema “Mengenang Rahman Tolleng meneguhkan politik nilai” di Restaurant Sindang Reret Jl. Surapati No. 53 Bandung, Minggu (7/1/2024)

Pada acara tersebut Hadir para narasumber, HARIMAN SIREGAR (Tokoh Malari), ALAMSYAH SARAGIH (Eks Komisioner Ombudsman RI), SURIPTO (Tokoh Intelijen Senior), dan RADHAR TRIBASKORO (Aktivis Gerakan Sosial), dan para tokoh lainnya yang hadir di acara tersebut.

Abdul Rahman Tolleng (5 Juli 1937 – 29 Januari 2019) adalah seorang aktivis dan politisi asal Indonesia. Rahman pernah menjabat sebagai anggota DPR Gotong Royong (DPR-GR) / Majelis Permusyawaratan Rakyat Sementara (MPRS) pada tahun 1968 hingga 1971 dan kemudian menjadi anggota DPR/MPR dari tahun 1971 sampai 1974, Pendiri Forum Demokrasi bersama Presiden – 4 RI Abdurrahman Wahid.

Budiana Irmawan, Ketua Forum Tegak Lurus mengatakan, “Aktivis yang hadir dalam kegiatan ini memiliki komitmen untuk mengawal demokrasi substansial, yakni yang menjunjung tinggi nilai-nilai keadilan dan kebenaran.”

Pentingnya menjaga demokrasi substansial menjadi poin sentral dalam diskusi ini dalam pernyataan para narasumber.

Hariman Siregar menekankan, “Momentum ini harus dijadikan pijakan tindakan nyata. Kita perlu bersama-sama mengkritisi setiap langkah pemerintah, memastikan bahwa kebijakan yang diambil benar-benar mewakili kepentingan rakyat. Top of Form.”

Sementara Alamsyah Saragih, memberikan perspektifnya tentang lembaga penegak hukum dalam memastikan keadilan dan penegakan hak asasi manusia.

Pada sesi lain, Suripto memberikan wawasan strategis terkait pemikiran Rahman Tolleng untuk terus menjaga integritas.

“Rahman Tolleng tidak hanya figur inspiratif, tetapi juga pelopor dalam melawan ketidakadilan. Kami, sebagai aktivis, memiliki tanggung jawab untuk melanjutkan perjuangan tersebut,” tegas Radhar Tribaskoro, aktivis gerakan sosial Bandung saat memberikan materinya.

Tak hanya fokus pada diskusi dan refleksi, acara ini juga menjadi momentum berkumpul, bertukar cerita, dan mempererat jaringan antara aktivis pro demokrasi terutama poros Bandung-Jakarta.

“Kebersamaan terasa begitu kental memunculkan semangat baru untuk bersama-sama kembali menghadapi tantangan masa depan, bahkan menggalang konsolidasin untuk menjatuhkan rezim yang menyelewengkan agenda reformasi,” tutur Budiana Imawan.[R]

Comment