DPRD Mengabdi dalam Pendidikan Demokrasi Bersama BPP IMA AMS, Iswara Paparkan Kondisi Keuangan Jabar

Politik6 views

REPUBLIKAN, Kota Bandung – Wakil Ketua DPRD Provinsi Jawa Barat, MQ Iswara, menghadiri kegiatan bertajuk “DPRD Mengabdi dalam Pendidikan Demokrasi” bersama BPP IMA AMS. Kegiatan ini juga dihadiri Ketua Umum AMS Pusat Ruly, perwakilan BPP IMA AMS Rian Ibrahim, serta jajaran anggota AMS dan IMA AMS, acara tersebut diselengaranan di rooftop DPRD Jabar, Jumat (17/4/2026)

Dalam sambutannya, Iswara menyampaikan rasa syukur dapat bersilaturahmi langsung dengan keluarga besar AMS. Ia menegaskan bahwa hubungan antara dirinya dengan AMS telah terjalin lama, termasuk dengan para pimpinan sebelumnya.

“Alhamdulillah malam ini kita bisa berkumpul, bersilaturahmi dengan keluarga besar AMS. Ini bukan hubungan baru, tapi sudah terjalin sejak lama,” ujar Iswara.

Ia juga menyampaikan ucapan Idulfitri kepada seluruh peserta yang hadir serta membuka ruang dialog bagi peserta yang ingin berdiskusi.

Namun, dalam kesempatan tersebut, Iswara terlebih dahulu memaparkan kondisi terkini Jawa Barat, khususnya terkait situasi keuangan daerah yang dinilainya tidak dalam kondisi biasa.

Menurutnya, Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Jawa Barat mengalami penurunan signifikan dalam beberapa tahun terakhir. Pada 2024, APBD Jawa Barat berada di angka sekitar Rp36 triliun. Namun, akibat kebijakan Undang-Undang Hubungan Keuangan Pusat dan Daerah, terjadi pengurangan pendapatan hingga Rp5,9 triliun pada 2025.

“Dari Rp36 triliun turun menjadi sekitar Rp31 triliun. Ini dampak dari perubahan skema bagi hasil antara provinsi dan kabupaten/kota,” jelasnya.

Tak hanya itu, pada 2026 Jawa Barat kembali mengalami pengurangan transfer ke daerah sebesar Rp2,4 triliun. Meski demikian, pemerintah daerah bersama DPRD berupaya mengoptimalkan pendapatan dari berbagai sektor, termasuk pajak daerah dan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD).

Hasilnya, APBD Jawa Barat 2026 tetap dapat dipertahankan di kisaran Rp30,1 triliun setelah dilakukan berbagai penyesuaian dan peningkatan target pendapatan.

Iswara juga menyoroti besarnya beban pembangunan di Jawa Barat dengan jumlah penduduk mencapai sekitar 50,4 juta jiwa atau hampir 20 persen dari total penduduk Indonesia.

“Kalau kita membangun Jawa Barat, sama dengan membangun hampir seperlima Indonesia,” tegasnya.

Selain itu, ia menyebut adanya kebijakan efisiensi anggaran, termasuk pemangkasan belanja perjalanan dinas hingga 70 persen serta penghapusan kunjungan kerja ke luar negeri maupun luar provinsi.

Iswara menegaskan bahwa kondisi ini menuntut seluruh jajaran pemerintah daerah untuk bekerja lebih keras dalam meningkatkan pendapatan serta memastikan program pembangunan tetap berjalan.

Kegiatan ini menjadi momentum penguatan sinergi antara DPRD Jawa Barat dan elemen masyarakat, khususnya AMS, dalam mendukung pembangunan daerah, terutama di sektor pendidikan.[R]

Comment