Ketua FORGAKI Jabar Dorong Koperasi Kembali pada Nilai Dasar Bung Hatta

Edukasi, Ekonomi427 views

REPUBLIKAN, Bandung – Ketua Forum Pergerakan Koperasi Indonesia (Forgaki) Jawa Barat, Yakimsa Ahmad, menyerukan pentingnya mengembalikan peran koperasi pada nilai-nilai dasar yang pernah ditegaskan oleh Wakil Presiden Pertama RI, Mohammad Hatta. Menurutnya, koperasi sejatinya merupakan alat perjuangan rakyat untuk mewujudkan keadilan sosial, bukan sekadar kendaraan ekonomi teknokratis.

“Trilogi koperasi dari rakyat, oleh rakyat, dan untuk keadilan sosial harus menjadi kompas moral dan arah gerak koperasi Indonesia hari ini,” ujar Yakimsa saat ditemui di Bandung, Sabtu (5/7/2025).

Yakimsa, yang juga menjabat sebagai Direktur Eksekutif DPP Ikatan Alumni (IKA) IKOPIN University serta Pengawas Koperasi Keluarga Besar IKOPIN University (KKB-IU Coop), menyampaikan bahwa koperasi tidak boleh kehilangan roh gerakannya di tengah modernisasi ekonomi yang kerap menjauh dari nilai-nilai kerakyatan.

“Koperasi bukan alat elite, bukan pula proyek birokrasi, melainkan sarana pembebasan rakyat dari ketimpangan ekonomi,” tambahnya.

Pendidikan Koperasi Harus Berbasis Nilai

Yakimsa juga menyoroti arah pendidikan koperasi di lingkungan akademik. Ia mengingatkan bahwa orientasi pendidikan koperasi semestinya tidak berhenti pada tataran manajerial dan teknokratis semata, tetapi juga harus membentuk kader ideologis yang memahami visi dan nilai koperasi sebagai gerakan sosial.

“Sarjana koperasi harus jadi agen perubahan, bukan sekadar pengelola unit usaha,” tegasnya.
Menurut dia, DPP IKA IKOPIN University saat ini tengah membangun kembali sistem pendidikan koperasi berbasis nilai dan ideologi kerakyatan.

Koperasi Kampus Sebagai Laboratorium Perubahan

Dalam peran pengawas KKB-IU Coop, Yakimsa mendorong koperasi kampus menjadi model koperasi modern yang tidak hanya efisien secara ekonomi, tetapi juga kokoh dalam nilai. Ia menyebut bahwa koperasi di kalangan mahasiswa dapat menjadi simbol perubahan ekonomi yang lebih demokratis dan berkeadilan.

“KKB-IU Coop harus menjadi bukti bahwa anak muda bisa membangun koperasi yang bersih, partisipatif, dan berakar pada nilai Trisakti—berdaulat dalam politik, berdikari dalam ekonomi, dan berkepribadian dalam kebudayaan,” paparnya.

Forgaki Siap Mengorganisir Gerakan

Lebih jauh, Yakimsa menyatakan bahwa Forgaki Jabar tidak berhenti pada tataran diskusi dan wacana, melainkan turut aktif dalam gerakan sosial. Ia menyebut Forgaki sebagai wadah yang mengorganisir rakyat melalui pendidikan, kampanye nilai, hingga advokasi kebijakan publik.

“Kami siap menggerakkan pendidikan rakyat dan memperjuangkan kebijakan agar koperasi kembali menjadi milik rakyat,” ujarnya.

Forgaki Jawa Barat, kata dia, akan terus menjalin kerja sama lintas sektor demi memperkuat posisi koperasi sebagai pilar ekonomi kerakyatan di tengah tantangan globalisasi dan kapitalisme pasar.[R]

Comment