Toni Permana Anggota DPRD Kabupaten Bandung Dorong Petani Milenial Lewat Sinergi HKTI dan Pemuda Tani

Politik134 views

REPUBLIKAN, Kab Bandung – Anggota DPRD Kabupaten Bandung yang juga Ketua Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) Kabupaten Bandung, Toni Permana, mendorong peningkatan minat generasi muda terhadap sektor pertanian melalui sinergi antara HKTI dan Pemuda Tani Indonesia Kabupaten Bandung.

Hal tersebut disampaikan Toni Permana didampingi Bendahara HKTI Kabupaten Bandung, Agus Lukman, saat ditemui di Baleendah, Selasa (13/1/2026).

Menurut Toni, kerja sama tersebut diwujudkan melalui program pelatihan pertanian bagi petani milenial. Ke depan, HKTI dan Pemuda Tani telah sepakat untuk membangun laboratorium atau tempat pelatihan sebagai pusat pembelajaran pertanian bagi generasi muda.

“Kami sudah bersepakat dengan Pemuda Tani untuk membuat laboratorium atau tempat pelatihan pertanian. Ini diperuntukkan bagi para pemuda yang memang serius ingin menjadi petani,” ujar Toni.

Ia menjelaskan, salah satu tantangan utama saat ini adalah anggapan bahwa bertani tidak menjanjikan secara ekonomi. Oleh karena itu, HKTI berupaya mengubah pola pikir tersebut melalui pembekalan teori dan praktik langsung.

“Kita ingin para pemuda menguasai teori dan teknis pertanian. Ketika mereka praktik langsung, mereka akan tahu bahwa bertani itu menguntungkan secara ekonomi,” tuturnya.

Toni menegaskan bahwa sektor pertanian memiliki potensi besar sebagai sumber ekonomi, khususnya bagi generasi muda. Untuk itu, HKTI dan Pemuda Tani akan bersinergi dalam mengembangkan program-program pertanian berbasis praktik.

Selain itu, Toni juga berencana berkoordinasi dengan Pemerintah Daerah Kabupaten Bandung agar lebih banyak program yang melibatkan Pemuda Tani.

“Untuk mengubah mindset, harus dengan praktik langsung. Dari situ bisa diuji dan dibuktikan sejauh mana keuntungan ekonomi dari bertani,” ungkapnya.

Pada tahap awal, program pelatihan akan melibatkan beberapa kelompok pemuda sebagai percontohan untuk mengukur keberhasilan pertanian secara ekonomi.

Toni menambahkan, minat pemuda terhadap sektor pertanian di Kabupaten Bandung mulai meningkat. Saat ini, di setiap kecamatan telah terbentuk kelompok tani, dengan keterlibatan pemuda sekitar 5 hingga 10 persen.

“Kami juga menargetkan anak-anak petani menjadi anggota HKTI. Selain itu, kami mendorong mereka untuk melanjutkan pendidikan ke Fakultas Pertanian agar bisa mengembangkan praktik pertanian yang lebih modern,” katanya.

HKTI Kabupaten Bandung juga mendorong hadirnya Sekolah Menengah Pertanian (SMPertanian) di wilayah Kabupaten Bandung guna meningkatkan kualitas pendidikan dan wawasan generasi muda di bidang pertanian.

“Tidak adanya Sekolah Menengah Pertanian di Kabupaten Bandung menjadi salah satu kendala. Ini akan kami dorong, sekaligus mengajak pemuda terlibat langsung secara teknis melalui struktur Pemuda Tani di tiap kecamatan,” ujarnya.

Menurut Toni, daya tarik pertanian bagi pemuda akan meningkat jika ditunjukkan dengan contoh nyata keberhasilan kelompok tani muda yang mampu menjadikan pertanian sebagai sektor yang menjanjikan secara ekonomi.[R]

Comment