Toni Permana DPRD Kabupaten Bandung Minta Proyek Pipanisasi SPAM Bandung Timur Dihentikan Sementara

Politik306 views

REPUBLIKAN, Kabupaten Bandung – Legislator DPRD Kabupaten Bandung, Toni Permana, meminta Perumda Air Minum Tirta Raharja menghentikan sementara proyek pipanisasi Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) dari Sungai Citarum di wilayah Bandung Timur. Permintaan ini menyusul adanya penolakan dari masyarakat dan petani di Kecamatan Ciparay dan Pacet.

Menurut Toni, proyek yang melibatkan pengambilan air baku dari Sungai Citarum itu menimbulkan kekhawatiran di kalangan petani yang khawatir pasokan air untuk pertanian akan terganggu. “Kami minta proyek ini dihentikan dulu sebelum ada sosialisasi masif kepada masyarakat, terutama petani yang akan terdampak langsung,” kata Toni saat dihubungi, Rabu (2/7/2025).

Ia menegaskan bahwa meskipun proyek ini bertujuan untuk penyediaan air bersih, kepentingan petani yang mengolah ribuan hektar lahan pertanian juga harus diperhatikan. Toni juga menyoroti belum jelasnya aspek legal dan keuangan proyek tersebut. Menurutnya, proyek yang dilakukan lewat skema business to business (B to B) ini seharusnya memiliki transparansi, terutama terkait pembiayaan oleh pihak swasta yang dikabarkan memperoleh pinjaman dari PT SMI.

“Kalau memang swasta tidak punya modal dan harus pinjam ke SMI, kenapa bukan langsung Perumda yang mengajukan pinjaman? Ini menimbulkan pertanyaan besar,” ujarnya.

Sebelumnya, puluhan petani dari Kecamatan Pacet melakukan aksi blokade proyek pipanisasi di perbatasan Desa Cipeujeuh dan Cikoneng pada Senin (23/6/2025). Mereka menolak pengambilan air baku dari Sungai Citarum yang dinilai berpotensi mengurangi debit air untuk lahan pertanian.

Yus Yusri, salah seorang petani, menyatakan bahwa selama ini petani di wilayah tersebut sering mengalami kekeringan saat musim tanam. “Kami menuntut kejelasan izin Amdal dan solusi sebelum proyek ini dilanjutkan,” ujarnya.

Perumda Tirta Raharja: Terbuka untuk Dialog

Menanggapi polemik tersebut, Direktur Teknik Perumda Air Minum Tirta Raharja, Dhani Lukman, menyatakan pihaknya menghormati aspirasi masyarakat dan berkomitmen untuk membangun komunikasi konstruktif dengan seluruh pemangku kepentingan.

Dhani menjelaskan bahwa proyek SPAM Bandung Timur ditujukan untuk memenuhi kebutuhan air bersih di delapan kecamatan, yakni Ciparay, Majalaya, Solokan Jeruk, Rancaekek, Baleendah, Dayeuhkolot, Bojongsoang, dan Cikancung. Proyek ini dikerjakan melalui kerja sama investasi antara Perumda dan PT Air Bandung Timur selaku Badan Usaha Pelaksana (BUP).

Ia menambahkan bahwa kerja sama tersebut telah melalui kajian hukum dari Kejari Bandung, Kejati Jawa Barat, akademisi Fakultas Hukum Universitas Indonesia, serta review keuangan dari BPKP Jawa Barat. “Pelaksanaan lelang juga didampingi oleh LKPP, dan aspek teknis dikawal oleh DitJen DJPI Kementerian PUPR,” jelas Dhani.

Terkait kekhawatiran masyarakat, Perumda mengklaim telah melakukan berbagai langkah mitigasi, termasuk penanaman 12.000 pohon, pembangunan sumur dangkal, perbaikan saluran air, dan distribusi perpipaan di wilayah terdampak.

“Konservasi ini menjadi bagian dari komitmen kami menjaga keberlanjutan pasokan air. Kami menyadari pentingnya menjaga hulu Citarum demi menjamin air baku bagi masyarakat di hilir,” katanya.

Proyek SPAM Bandung Timur dirancang untuk menambah sekitar 45.000 sambungan rumah hingga tahun 2029, dengan masa kerja sama selama 30 tahun sebelum diserahterimakan.[R]

Comment